Indos Across Borders cover art

Indos Across Borders

Indos Across Borders

Written by: Julian Vatelier
Listen for free

About this listen

INDOS ACROSS BORDERS is the podcast where we dive into the inspiring, unfiltered, yet unique stories of Indonesians living abroad — those who have confronted their fears, embraced new challenges, and are making their mark across the globe.

Hosted by me, Julian Vatelier, an Indonesian living in France, this podcast was created to provide Indonesians with the inspiration and support to start their journeys abroad. I began my own journey knowing nothing about life abroad, but now I’m enjoying the path I’ve taken and continue to learn along the way. That’s why I podcast.Copyright 2024 All rights reserved.
Episodes
  • Ep 26: Australia: Pastiin Beasiswa Itu KAMU yg Dapetin! Begini Caranya | Tito Tri Kadafi
    Nov 25 2025

    Selamat datang kembali di Indos Across Borders! Di episode ini, aku ngobrol bareng Tito Tri Kadafi — penerima beasiswa S2 AAS atau Australia Awards Scholarship di University of Queensland, dg jurusan Peace and Conflict Studies & International Relations.

    Sebelum ke Australia, Tito adalah lulusan cum-laude UIN dengan IPK 3.98, dan merupakan pendiri dari @bastra.id - yg ternyata udah bantu perjalanan dia smp ke Amrik, menjadi representatif Indonesia, kemudian juga aktif di berbagai program internasional seperti YSEALI, YSB, bahkan pernah presentasi langsung di depan U.S. Department of State.

    Episode ini kita bakalan bahas gimana caranya bisa dapetin beasiswa, kupas tuntas ttg esai, proses wawancara, dan semua hal-hal yg perlu kamu siapin dari sekarang.

    Follow Indos Across Borders dan share episode ini ke temen kamu yang lagi cari jalan buat #KaburAjaDulu!

    Timestamps:

    (00:00) - Opening & intro Julian & Tito

    (02:25) - Kenalan sama Tito, background keluarga

    (05:56) - Awal cerita kepikiran pindah ke LN melalui beasiswa

    (09:28) - Kenapa Tito yakin memilih AAS sbg pemberi beasiswanya

    (12:41) - Penjelasan mendalam ttg beasiswa ‘royal’ AAS dan step-stepnya

    (17:42) - Akomodasi di LN & tentang PPI

    (22:42) - Proses tersulit utk Tito ketika mendaftar beasiswa

    (24:42) - Tantangan dalam tahap wawancara, tips & trik dari Tito

    (28:08) - Yang HARUS DIMASUKIN dalam penulisan esai kamu

    (34:34) - Bukan founder, bentuk kontribusinya spt apa yg bisa dijadikan strength ketika meng-apply beasiswa

    (38:31) - Julian: Patterns dari temen2 Indonesia yg udah tembus beasiswa

    (41:25) - Mengetahui identitas itu penting dalam proses aplikasi!

    (42:52) - Tantangan yg Tito hadapin secara akademik di University of Queensland

    (44:44) - Hacks dari Tito untuk kalian yg kurang suka baca buku

    (46:16) - Dinamika kelas di kampus Tito

    (49:05) - Perubahan cara pikir Tito selama tinggal di Australia

    (50:49) - Menjadi representatif Indonesia di YSEALI di US - mengenali self-strength

    (55:16) - Mindset yg Tito terapkan sebelum daftar beasiswa

    (58:57) - Mulainya dari mana utk bisa mendapatkan beasiswa itu

    (01:02:41) - Personality yang harus dimiliki sebagai bekal

    (01:06:15) - Julian: ditanya tentang social & emotional intelligence

    (01:09:08) - Pesan dari Tito utk mendapatkan beasiswa

    (01:11:14) - Closing, Tito & Julian

    Show More Show Less
    1 hr and 13 mins
  • Ep 25: Italia: Miskin Itu Privilege, Dapetin Beasiswa jadi Gampang Bgt | Akbar Rahim
    Nov 7 2025

    Selamat datang kembali di Indos Across Borders! Di episode ini, aku ngobrol bareng Akbar Rahim, anak Gen Z asal Sukabumi, Ciracap. Akbar merupakan seorang anak pemulung, tapi keadaan ini justru ngebawa Akbar bisa dapetin beasiswa studi di Univesity of Florence, Italia. Percaya atau enggak, Akbar bisa ngehasilin 60jt sebulan.

    Yang menarik, beasiswa khusus bagi yg tidak mampu ini gak banyak yg tau, gak butuh IELTS, wawancara, maupun prestasi nasional, kuotanya unlimited, asal kamu qualified. Pokoknya too good to be true, tapi beneran ada.

    Episode ini bukan cuman ngomongin tentang pindah ke LN, tp gimana keyakinan, strategi, dan mentalitas yang bisa bikin kamu sadar kalau semua orang punya kesempatan, bahkan untuk kamu yang keadaan ekonominya terbatas.

    Follow Indos Across Borders dan share episode ini ke temen kamu yang lagi cari jalan buat #KaburAjaDulu!

    Timestamps:

    (00:00) - Opening & intro Julian

    (02:01) - Kenalan sama Akbar, anak Sukabumi, Ciracap

    (02:53) - Cerita Akbar di-DO tapi bisa dapet beasiswa & double funded

    (08:04) - Ngeyakinin bisa pindah ke LN walaupun anak seorang pemulung sekalipun

    (11:11) - Cara Akbar ngumpulin pundi-pundi buat penuhin persyaratan ke LN

    (13:45) - Beasiswa Italia ini gak banyak orang yg tau; khusus buat orang kurang mampu, gak butuh IELTS maupun wawancara!

    (20:52) - Ternyata banyak jalan buat dapetin sponsorship

    (27:01) - Membuat proposal sponsorship, yang perlu di-highlight

    (33:07) - Kampus di Italia ini gak meminta rekening koran

    (36:08) - University of Florence, Italy - kayak gimana sih?

    (39:48) - Cara Akbar cari uang, cerdas banget! Bisa dapet 60jt per hari?!!

    (46:31) - Struggle tinggal di LN versi Akbar, gak banyak ternyata

    (48:42) - Akbar udah jalan2 ke mana aja - keliling dunia judulnya

    (50:21) - Visa kerja di Eropa

    (52:39) - Student exchange, Erasmus! Bisa jalan2 keliling dunia + dapetin uang lagi

    (58:36) - Akbar di Belanda, kerja fully remote

    (1:01:09) - Apakah pindah ke Italia cocok untuk kalian?

    (1:02:05) - Faktor pendorong Akbar untuk bisa lanjut terus

    (1:04:22) - Mentalitas yg salah orang Indonesia ketika mau pindah ke LN

    (1:06:53) - Mulai habit ini untuk wujudin mimpi kalian ke LN

    (01:09:11) - Pesan penting dari Akbar untuk teman2 Indonesia

    (01:13:37) - Closing & outro Julian

    Show More Show Less
    1 hr and 16 mins
  • Ep 24: Jerman: Gresik ke Berlin, Anak Bandel jadi HRD di Tesla | Evan Haydar
    Oct 13 2025

    Selamat datang kembali di Indos Across Borders! Di episode ini, kita ngebahas tentang cerita anak dari Gresik yang pernah dibilang 'kamu gak bakalan sukses’ sama guru-guru di sekolahnya, tapi akhirnya tetap bisa berkuliah di Berlin, Jerman. Tinggal di kota besar selama 9 tahun mengajarkan Evan Haydar banyak hal, termasuk bagaimana menghadapi ADHD yang diidapnya.

    Lebih dari itu, Evan juga terus berkarya hingga sudah mengeluarkan bukunya sendiri, Hidup Itu Keras.

    Follow Indos Across Borders dan share episode ini ke temen kamu yang lagi cari jalan buat #KaburAjaDulu!

    Timestamps:

    (00:00) - Opening & intro Julian

    (01:06) - Kenalan sama Evan, anak Gresik bandel yg tinggal di Jerman 9 tahun

    (05:20) - Les Bahasa Jerman di Goethe, titik pemikiran awal pindah ke LN

    (08:27) - Proses awal, biaya kursus, dan 'block account’ utk visa

    (12:58) - Pencarian tempat tinggal sebelum berangkat ke Jerman

    (14:30) - Cerita berangkat ke Jerman - kaget bahasa

    (17:28) - Tentang Studienkolleg

    (22:20) - Berlin, POV awal Evan

    (25:35) - Kenapa beberapa temen2 Evan gak lolos ke Jerman

    (28:24) - Cerita masuk Samsung, Tesla

    (31:30) - Skill yg disukain kerja di perusahaan multinasional, growth

    (37:49) - Kultur kerja di Jerman vs Indonesia

    (41:43) - Kultur kerja di Prancis, POV Julian

    (44:14) - What keeps Evan going setiap harinya & upbringing

    (42:33) - Kerja part-time untuk nambah pemasukan bulanan

    (44:51) - Sandwich generation, Evan & charity

    (50:53) - Tentang berbagi, upbringing Julian

    (52:03) - Bekerja di 3 perusahaan sejak dini untuk tinggal di luar negeri

    (57:28) - Menurunkan ego untuk perkembangan diri

    (1:02:46) - Tinggal di LN: Harus adaptif, berani speak-up, & mental tahan banting

    (1:06:06) - Hati-hati memilih circle, they'll shape you!

    (1:12:45) - Evan & ADHD

    (1:18:55) - Berhenti menggunakan obat-obatan ADHD?!

    (1:24:51) - Kebiasaan orang Indo + bagaimana mencapai sukses

    (01:27:09) - Kebiasaan yang bisa dimulai hari ini

    (01:35:06) - Pesan dari Evan untuk teman2 Indonesia

    (01:37:41) - Closing & outro Julian

    Show More Show Less
    1 hr and 39 mins
No reviews yet