• Kenapa Agensi Kreatif Harus Waspada Ambil Proyek Pemerintah? | 029
    Apr 9 2026

    Di episode kali ini, kita membongkar berbagai isu hangat dari kacamata Public Relations dan Public Affairs, mulai dari kacaunya komunikasi pemerintah soal BBM hingga ancaman AI yang menurunkan trafik media massa hingga 50%. Jangan lewatkan diskusi mendalam tentang bagaimana krisis ini mempengaruhi masa depan industri kreatif dan kebebasan pers di Indonesia!

    Subscribe dan like untuk mendapatkan insights strategi komunikasi.

    Poin-Poin Penting Episode Ini:
    Krisis Komunikasi Pemerintah: Kurangnya transparansi, konsistensi, dan kejelasan arahan dari pembuat kebijakan terkait spekulasi kenaikan harga BBM menciptakan informasi yang berseliweran dan kebingungan masif di masyarakat.

    Disrupsi AI & Ancaman Pers: Penggunaan AI yang melakukan crawling pada portal berita menyebabkan penurunan trafik kunjungan media secara drastis. Di sisi lain, intervensi pemilik modal yang mem-bypass ruang redaksi menjadi ancaman serius bagi independensi dan demokrasi pers.

    Kriminalisasi Pelaku Kreatif: Kasus pekerja video Amsal Sitepu menyoroti minimnya pemahaman aparat terhadap proses bisnis production dan post-production. Tagihan biaya editing yang dianggap kerugian negara berpotensi membuat agensi swasta takut bermitra dengan instansi pemerintah.
    Hegemoni Wacana Geopolitik: Perang modern adalah perang opini di mana aktor negara rela membayar influencer jutaan dolar untuk menjaga citra dan memutarbalikkan etika komunikasi publik.

    Tanya Jawab Seputar Episode Ini:
    Q: Apa penyebab utama penurunan trafik media siber saat ini?
    A: Penyebab utamanya adalah pergeseran konsumsi audiens menuju AI. Mesin pencari berbasis AI secara otomatis merangkum berita dari berbagai media langsung ke layar pengguna, membuat audiens tidak perlu mengeklik atau mengunjungi situs asli media tersebut.

    Q: Mengapa kasus Amsal Sitepu sangat mengkhawatirkan bagi pekerja agensi dan industri kreatif?
    A: Kasus ini membuktikan bahwa aparat hukum tidak memahami wajar-tidaknya struktur biaya industri kreatif. Penagihan tahapan post-production seperti editing dan dubbing justru dikategorikan sebagai praktik yang merugikan negara, yang pada akhirnya dapat menghancurkan ekosistem bisnis dan menakuti vendor yang ingin membantu pemerintah.

    Q: Bagaimana pakar PR memandang informasi yang beredar terkait konflik Timur Tengah?
    A: Pakar PR melihatnya sebagai bentuk dominasi dan hegemoni wacana. Negara-negara yang berkonflik menggunakan taktik PR, media massa, hingga budaya pop (film) secara sistematis untuk menutupi realitas kejahatan dan merekayasa opini publik dunia.

    Timestamps:
    00:00 - Highlight & Pengantar Episode
    01:17 - Isu Spekulasi BBM & Bias Kelas Menengah
    06:10 - Subsidi Salah Sasaran: Solar & Transisi LPG
    11:27 - Evaluasi Kritis Terhadap Komunikasi Publik Pemerintah
    19:15 - Bahaya AI: Trafik Media Anjlok 50%
    25:39 - Jurnalisme Kepiting & Ancaman Intervensi Pemilik Media
    29:26 - Kasus Amsal Sitepu: Aparat Gagal Pahami Industri Video
    34:11 - Alasan Utama Swasta Menghindari Proyek Pemerintah
    42:47 - Kacamata PR: Perang Media & Hegemoni Geopolitik
    55:36 - Manajemen Isu Industri Otomotif: Kasus Mobil Hybrid Terbakar

    Entitas & Tokoh yang Disebut:
    AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia), Amsal Sitepu, ChatGPT, Antonio Gramsci, Chery Tiggo, Wuling, BYD, Toyota, PBB.

    Hosts: Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia

    https://www.whitewood.digital
    https://www.praxis.co.id
    https://www.prajna.co.id
    https://www.explicar.co.id

    #PublicRelationsIndonesia #KomunikasiStrategis #PublicAffairs #IndustriKreatif #HegemoniMedia #PodcastIndonesia

    Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    Show More Show Less
    58 mins
  • Misteri Impor 105.000 Mobil India: Ancaman Nyata Bagi Industri Otomotif RI? | 028
    Apr 9 2026

    Gejolak geopolitik Timur Tengah, kontroversi beasiswa LPDP, hingga heboh impor ratusan ribu mobil dari India—ada apa dengan pembuat kebijakan dan ruang publik kita belakangan ini? 🤔 Tonton obrolan tajam dan seru ini sampai habis! 👇

    Topik Utama yang Dibahas:
    Geopolitik & Krisis Ekonomi: Dampak konflik Timur Tengah terhadap melonjaknya harga minyak dunia dan nasib subsidi BBM di Indonesia, serta crisis management secara real-time saat tim media terjebak penutupan airspace.

    Kontroversi LPDP: Mengupas fenomena expectation gap antara penerima dana pajak publik dan ekspektasi masyarakat, serta bagaimana Algorithmic Gatekeeping Theory membentuk opini massal.

    Kebijakan Impor & Iklim FDI: Analisis polemik impor 105.000 unit kendaraan niaga (Tata & Mahindra) dari India, dan ancamannya terhadap produsen lokal serta ekosistem investasi (FDI).

    Social License to Operate: Bedah kasus menjamurnya lapangan Padel di area perumahan, benturan zonasi tata ruang, dan pentingnya externality cost bagi pelaku usaha.
    Peluncuran Prognosa: Perkenalan layanan riset terbaru dari Praxis yang berfokus pada business forecasting, policy impact studies, dan market behavior.

    Key PR Insights & Analysis:

    Q: Apa dampak langsung konflik Timur Tengah terhadap ekonomi Indonesia?
    A: Dampak terbesarnya ada pada fluktuasi harga minyak mentah dunia yang secara instan membebani anggaran subsidi BBM dan gas negara. Selain itu, ini juga menyangkut kewajiban evakuasi dan keamanan pekerja migran Indonesia (PMI) di kawasan tersebut.

    Q: Mengapa isu penerima beasiswa LPDP sangat memicu kemarahan publik?
    A: Terjadi expectation gap (kesenjangan ekspektasi). Publik merasa kucuran dana pajak seharusnya diiringi dengan tanggung jawab moral (return of service) yang kuat kepada negara, bukan glorifikasi terhadap perolehan kewarganegaraan asing.

    Q: Apa itu Algorithmic Gatekeeping Theory dalam ranah media sosial?
    A: Ini adalah teori di mana algoritma platform menentukan konten apa yang visible, menjadi tren, dan suaranya diamplifikasi. Algoritma ini seringkali mengarahkan opini publik secara masif dan mempercepat polarisasi komentar.

    Q: Mengapa izin resmi saja tidak cukup untuk bisnis seperti lapangan Padel di perumahan?
    A: Selain izin teknis (Technical License to Operate) seperti IMB dan zonasi, bisnis modern wajib memiliki Social License to Operate. Ini berarti harus ada penerimaan dari warga sekitar dan kompensasi atas externality cost (dampak kerugian seperti kebisingan dan kemacetan parkir).

    ⏳ Timestamps:
    00:00 Intro: Ketegangan Geopolitik & Efek Domino Harga Minyak
    11:00 Crisis Management: Tim Terjebak Penutupan Airspace MWC
    16:05 Fenomena Penerima LPDP, Expectation Gap & Agenda Setting
    34:10 Polemik Impor 105.000 Mobil dari India (Tata & Mahindra)
    41:50 Isu Lapangan Padel & Pentingnya Social License to Operate
    48:00 Etika Pejabat Publik & Pembelian Mobil Dinas Miliaran
    54:10 Peluncuran "Prognosa": Unit Riset Prediktif dari Praxis

    Brands & Entities Mentioned:
    Praxis, Proxemics Podcast, Explicar, Prognosa, LPDP, Tata Motors, Mahindra, MWC (Mobile World Congress), KPK, US-Indonesia Reciprocal Tariff.

    Connect with Us:
    Hosts: Mercy Tahitoe, Stephanie Sicilia

    Our Agencies:
    https://www.praxis.co.id
    https://www.prajna.co.id
    https://www.explicar.co.id
    https://www.whitewood.digital

    #PublicRelations #ProxemicsPodcast #Geopolitik #LPDP #KebijakanPublik #InvestasiIndonesia #Prognosa #PodcastIndonesia

    Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    Show More Show Less
    56 mins
  • Mengapa Otomotif Bukan Cuma Soal Penjualan? | Peran Customer Life Cycle & PR | 027
    Mar 13 2026

    Industri Otomotif Kini Persis Industri Smartphone 15 Tahun Lalu

    Industri otomotif saat ini sedang mengalami disrupsi besar-besaran, persis seperti industri smartphone 15 tahun lalu dengan masuknya berbagai brand China yang menawarkan harga agresif dan siklus pembaruan model yang sangat cepat. Kondisi ini memicu perang harga dan mengubah ekspektasi konsumen terhadap standar fitur, membuat loyalitas pelanggan dan strategi retensi menjadi arena pertarungan yang sesungguhnya bagi para pelaku industri.

    In this episode of Proxemics Podcast...

    Kita akan membedah strategi bertahan dan taktik pemasaran di tengah pasar otomotif yang sangat dinamis bersama Fahri Basalamah. Kamu akan mempelajari pentingnya konsistensi pesan dalam media mix yang solid, perbedaan fundamental antara pola pikir Public Relations (PR) dan Marketing, serta bagaimana merawat perjalanan konsumen (Customer Life Cycle) dari fase sebelum pembelian hingga tahapan kepemilikan jangka panjang.

    Key PR Insights & Analysis

    • Q: Mengapa strategi marketing otomotif tidak bisa hanya mengandalkan digital ads secara tunggal?
    • A: Karena proses pembelian konsumen sangat panjang dan berlapis; mereka bisa berpindah-pindah antar dealer sebelum memutuskan, sehingga menuntut bauran media (media mix) yang terintegrasi antara aset digital, luar ruang (OOH), dan TV untuk menangkap audiens di setiap titik sentuh.
    • Q: Bagaimana perbedaan perspektif antara tim PR dan Marketing dalam sebuah organisasi brand?
    • A: Tim PR berfokus sebagai penjaga citra merek (brand guardian) yang mengatur alur pesan dan mitigasi krisis, sedangkan tim marketing memiliki kecenderungan untuk mendorong batasan guna mengejar viralitas dan instanitas volume penjualan.
    • Q: Mengapa peran PR dalam ranah thought leadership sangat esensial di era gempuran Electric Vehicle (EV)?
    • A: Tingginya minat adopsi EV belum sepenuhnya dibarengi dengan pemahaman produk; PR dibutuhkan untuk memberikan edukasi publik tentang fakta-fakta vital seperti karakteristik akselerasi, prosedur darurat kecelakaan, hingga cara memadamkan api pada baterai, demi membentuk konsumen yang cerdas.

    Timestamps:

    0:00 - Intro & Analogi Otomotif vs Smartphone

    5:18 - Fenomena Perang Harga & Ketahanan Raksasa Otomotif

    15:32 - Strategi Konsistensi Pesan & Pentingnya Media Mix

    33:49 - Dinamika Internal: PR sebagai Brand Guardian vs Marketing

    42:27 - Pameran Otomotif: Ajang Jualan atau Entertainment?

    51:18 - Urgensi Thought Leadership & Edukasi Keamanan EV

    1:01:05 - Membedah Praktik Customer Life Cycle & CRM

    Brands/People Mentioned:

    Fahri Basalamah, Reza Amirul, Hyundai (Santa Fe, Creta, Ioniq 5 N, Palisade), BYD, Chery, Toyota (Alphard), Ford (Raptor F150), Xiaomi, IIMS & GIIAS.

    Host: Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia

    Our Agencies:

    www.praxis.co.id

    www.prajna.co.id

    www.explicar.co.id

    www.whitewood.digital

    #PublicRelations #ProxemicsPodcast #MarketingIndonesia #IndustriOtomotif #CustomerLifeCycle #otomotifindonesia #marketingindonesia #publicrelationspodcast

    Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    Show More Show Less
    1 hr and 5 mins
  • Apakah AI Akan Menggantikan Pekerja Kreatif? Fakta Tentang Taste & Judgement di Dunia Kreatif | 026
    Mar 13 2026

    Apakah industri kreatif akan hancur dengan kemunculan generative AI? Di episode Proxemics Podcast kali ini, kita membedah evolusi peran pekerja kreatif di era kecerdasan buatan bersama Boss Kreatif Bank Jago, Alpine Pribadhy. Kami membahas cara kerja agency modern, benturan strategis antara manajemen risiko PR vs kebebasan kreatif, dan bagaimana "taste is the new currency".

    💡 FAQ & Key Insights

    Q: Apakah Generative AI akan menggantikan pekerjaan di industri kreatif? A: Tidak sepenuhnya. Meskipun toolsAI bisa mengeksekusi urusan teknis seperti pembuatan copy, gambar, dan ide dalam hitungan detik, ada celah yang tidak bisa diisi oleh AI: judgement (kemampuan menilai), kurasi, dan empati. AI tidak akan mengambil alih pekerjaan, tetapi pekerja yang bisa menggunakan AI sebagai partner brainstorming akan menggeser mereka yang menolak adaptasi.

    Q: Mengapa tim PR dan Kreatif sering bentrok saat membuat marketing campaign? A: Bentrokan terjadi karena perbedaan prioritas dasar. Tim PR berfokus pada mitigasi risiko, kepatuhan bisnis, dan menghindari backlash publik. Di sisi lain, tim kreatif mengutamakan eksplorasi dan mencari ide paling berani untuk memaksimalkan impact. Solusinya terletak pada komunikasi strategis dan pemahaman batasan brand.

    Q: Apa skill paling penting untuk pekerja kreatif di era AI? A: Taste (selera) dan judgement. AI bisa memproduksi aset secara instan, namun AI tidak memiliki hati atau empati untuk memvalidasi apakah karya tersebut bisa menyentuh audiens dan benar-benar mewakili persona brand.

    Q: Apa bahayanya jika brand asal mengikuti tren viral di media sosial? A: Banyak tren viral (seperti di TikTok) yang konteks aslinya negatif, nonsense, atau bahkan berasal dari tragedi. Jika sebuah brand melakukan riding the wavetanpa critical thinking atau penyesuaian dengan brand archetype, mereka sangat berisiko merusak reputasi jangka panjang demi engagement sesaat.

    ⏱️ Episode Timestamps

    • 00:00 - Intro: Apakah AI Akan Menggantikan Tim Kreatif?
    • 03:00 - AI sebagai Tool Produksi vs Partner Brainstorming
    • 07:00 - "Taste" sebagai Mata Uang Baru di Dunia Kreatif
    • 16:00 - Konflik Abadi: Eksplorasi Kreatif vs Batasan Manajemen Risiko PR
    • 27:00 - Analisis Campaign: Strategi Mudik Honda & Persaingan Burger King vs McD
    • 34:00 - Bahaya Marketing "Asal Viral" dan Numpang Tren
    • 49:00 - Tips Rekrutmen Tim Kreatif: Karakter, Taste, dan Review Portfolio
    • 55:00 - Cara Memakai AI untuk Critical Thinking dan Validasi Ide

    🔗 Mentions & Connections

    Brands/People Mentioned: Alvin Pribadi, Bank Jago, ChatGPT, Gemini, Nano Banana, Higfield, Taylor Swift, Donald Trump, Bruce Willis, Apple, Samsung, Burger King, McDonald's, BMW, Mercedes-Benz, Honda, Joko Anwar, Nirvana, Queen, The Beatles, Blink-182, Sensodyne, Adweek, Kaskus, One Piece, TikTok, Instagram.

    Our Agencies:

    • Praxis
    • Prajna
    • Explicar
    • White Wood

    Connect with Us:

    • Agency: Praxis & White Wood
    • Hosts: Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia

    Tags: #PublicRelations #ProxemicsPodcast #MarketingIndonesia #IndustriKreatif #StrategiMarketing #ArtificialIntelligence

    Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    Show More Show Less
    1 hr and 6 mins
  • Benarkah AI Akan Menggantikan Marketer? Analisis Masa Depan Digital Marketing | 025
    Mar 11 2026

    Industri otomotif saat ini sedang mengalami disrupsi besar-besaran, persis seperti industri smartphone 15 tahun lalu dengan masuknya berbagai brand China yang menawarkan harga agresif dan siklus pembaruan model yang sangat cepat. Kondisi ini memicu perang harga dan mengubah ekspektasi konsumen terhadap standar fitur, membuat loyalitas pelanggan dan strategi retensi menjadi arena pertarungan yang sesungguhnya bagi para pelaku industri.

    In this episode of Proxemics Podcast...
    Kita akan membedah strategi bertahan dan taktik pemasaran di tengah pasar otomotif yang sangat dinamis bersama Fahri Basalamah. Kamu akan mempelajari pentingnya konsistensi pesan dalam media mix yang solid, perbedaan fundamental antara pola pikir Public Relations (PR) dan Marketing, serta bagaimana merawat perjalanan konsumen (Customer Life Cycle) dari fase sebelum pembelian hingga tahapan kepemilikan jangka panjang.

    Key PR Insights & Analysis

    Q: Mengapa strategi marketing otomotif tidak bisa hanya mengandalkan digital ads secara tunggal?

    A: Karena proses pembelian konsumen sangat panjang dan berlapis; mereka bisa berpindah-pindah antar dealer sebelum memutuskan, sehingga menuntut bauran media (media mix) yang terintegrasi antara aset digital, luar ruang (OOH), dan TV untuk menangkap audiens di setiap titik sentuh.

    Q: Bagaimana perbedaan perspektif antara tim PR dan Marketing dalam sebuah organisasi brand?

    A: Tim PR berfokus sebagai penjaga citra merek (brand guardian) yang mengatur alur pesan dan mitigasi krisis, sedangkan tim marketing memiliki kecenderungan untuk mendorong batasan guna mengejar viralitas dan instanitas volume penjualan.

    Q: Mengapa peran PR dalam ranah thought leadership sangat esensial di era gempuran Electric Vehicle (EV)?

    A: Tingginya minat adopsi EV belum sepenuhnya dibarengi dengan pemahaman produk; PR dibutuhkan untuk memberikan edukasi publik tentang fakta-fakta vital seperti karakteristik akselerasi, prosedur darurat kecelakaan, hingga cara memadamkan api pada baterai, demi membentuk konsumen yang cerdas.

    Timestamps:

    0:00 Intro & Analogi Otomotif vs Smartphone
    5:18 Fenomena Perang Harga & Ketahanan Raksasa Otomotif
    15:32 Strategi Konsistensi Pesan & Pentingnya Media Mix
    33:49 Dinamika Internal: PR sebagai Brand Guardian vs Marketing
    42:27 Pameran Otomotif: Ajang Jualan atau Entertainment?
    51:18 Urgensi Thought Leadership & Edukasi Keamanan EV
    1:01:05 Membedah Praktik Customer Life Cycle & CRM

    Brands/People Mentioned:

    Fahri Basalamah

    Reza Amirul

    Hyundai (Santa Fe, Creta, Ioniq 5 N, Palisade)

    BYD

    Chery

    Toyota (Alphard)

    Ford (Raptor F150)

    Xiaomi

    IIMS & GIIAS

    Connect with Us:

    Host: Mercy Tahitoe & Stephanie Sicilia

    Our Agencies:
    www.praxis.co.id
    www.prajna.co.id
    www.explicar.co.id
    www.whitewood.digital

    #PublicRelations #ProxemicsPodcast #MarketingIndonesia #IndustriOtomotif #CustomerLifeCycle #otomotifindonesia #marketingindonesia #publicrelationspodcast

    Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    Show More Show Less
    1 hr and 16 mins
  • Apakah Brand Harus Menjauhi Pandji Pragiwaksono? Analisis Manajemen Krisis | 024
    Mar 9 2026

    Stand-up special Mens Rea Pandji Pragiwaksono bikin heboh soal batasan komedi dan brand safety. Di sisi lain, kasus Nadiem Makarim nunjukin brutalnya framing media pas mentalitas "startup" nabrak birokrasi negara. Ditambah KUHP baru & wacana larangan medsos buat anak, medan perang reputasi makin kompleks!

    Di episode Proxemics kali ini, Mercy, Adwi, Sofyan dan Steph membedah irisan tajam antara hukum, budaya pop, dan strategi korporasi. Kita bahas gimana agensi harus bersikap hadapi influencer berisiko tinggi, kenapa narasi hukum sering kalah cepat dari opini publik, sampai strategi marketing kalau akses digital Gen Alpha beneran diputus negara!

    🧠 Yang Kita Bedah (Q&A Highlight):

    🎤 Brand Safety vs Pandji: Haruskah brand jauhin figur kontroversial? Nggak selalu! Kalau audiens brand lo menghargai keberanian & value-nya, kolaborasi tetap relevan.

    📱 Kasus Nadiem & Isu "Grup WA": Kenapa isu ini merusak reputasi? Karena framing konspirasi nyebar duluan, padahal faktanya itu cuma persiapan kerja ala startup mindset. Di dunia PR, tuduhan awal sering lebih dipercaya dari fakta persidangan!

    ⚖️ Dampak KUHP Baru: Modernisasi hukum menuntut akuntabilitas tinggi. Brand & agensi nggak bisa lagi lepas tangan soal konten influencer, butuh manajemen risiko yang super ketat.

    Lo berani hire figur kontroversial buat brand lo atau milih cari aman aja? Drop komentar kalian! 👇

    ⏱️ TIMESTAMPS: 00:00 - Intro: Jakarta, The Paddle Capital of the World? 01:35 - Bedah "Mens Rea" Pandji: Seni Komedi vs Ketersinggungan 16:44 - Strategi Brand: Masihkah Kami Meng-hire Pandji? 20:48 - KUHP Baru: Modernisasi Hukum atau Ancaman Agensi? 30:49 - Kasus Nadiem: Benturan "Startup Mindset" dengan Birokrasi 43:00 - Hoaks "Oplosan" Pertamina & Krisis Kepercayaan 46:00 - Wacana Larangan Medsos untuk Anak: Berkaca dari Australia 51:49 - Kasus Timothy Ronald & Bahaya Konten "Instant Success"

    📌 Mentioned in this Episode: Pandji Pragiwaksono, Nadiem Makarim, Dave Chappelle, Agnez Mo, Hotman Paris, Timothy Ronald. (Brand/Institusi: Google, Netflix, Pertamina, GoTo).

    🏢 Our Agencies: www.whitewood.digital | www.praxis.co.id | www.prajna.co.id | www.explicar.co.id

    🎙️ About Proxemics Podcast: Mercy (@mercytahitoe) & Steph (@stephaniesicilia) ngebahas PR, advertising, media, digital marketing, & audience psychology. Buat lo para praktisi yang pengen ngerti interaksi manusia di balik kesuksesan brand, yuk SUBSCRIBE biar nggak ketinggalan insight terbaru!

    #ProxemicsPodcast #PublicRelations #CrisisCommunication #ReputationManagement #PandjiPragiwaksono #NadiemMakarim

    Sudah ready untuk di-copy-paste! Mau lanjut ke deskripsi episode berikutnya atau mau dibikinin caption medsosnya sekalian?

    Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    Show More Show Less
    1 hr and 10 mins
  • YouTube & IG Sudah Basi? Kenapa Boss Kompas TV Malah Mau Masuk Roblox & Discord? | 022
    Mar 6 2026

    Episode kali ini agak beda! Steph lagi liburan, jadi Mercy ditemenin Reza sebagai co-host dadakan buat ngobrol bareng tamu spesial: Alexander Wibisono (Wapemred Kompas TV).

    Kita bedah dapur redaksi media besar yang lagi survive di era digital. Alex blak-blakan soal strategi Kompas TV ubah mindset kaku produser jadi "Content Creator", fenomena Citizen Journalism, sampai strategi "Digital First" (tayang YouTube duluan sebelum masuk TV). Penasaran nasib media massa ke depan, atau lo Gen Z yang mau jadi jurnalis tapi takut jam kerja gila? Obrolan ini daging semua!

    🧠 Yang Kita Bedah:

    • 📰 Media Consolidation & Survival Mode: Kenapa jurnalisme nggak akan mati meski platform pindah dari koran ke TikTok.
    • 📱 TV vs Digital ("Digital First"): Strategi Kompas TV menangin algoritma dengan transisi jabatan "Produser" jadi "Content Creator".
    • 📹 Citizen Journalist & "Wartawan Tuyul": Netizen itu ancaman atau kawan? Gimana media memverifikasi footage amatir.
    • 🌍 Mobile Journalism (MoJo): Cerita Alex liputan diplomasi ke New York & Roma cuma modal iPhone!
    • 🔥 Gen Z & Mentalitas Jurnalis: 3 skill wajib jurnalis masa depan (Bergaul, Curiosity, Endurance). Lo siap jadi pelari maraton atau cuma sprinter?

    Lo tertarik jadi jurnalis atau mending jadi content creator aja? Drop komentar kalian! 👇

    ⏱️ TIMESTAMPS: 0:00 - Intro: Steph Liburan, Reza Menggantikan 1:40 - Jurnalisme Gak Akan Mati, Cuma Ganti Kulit 7:12 - Bedanya "Informasi" vs "Berita" (Verifikasi) 19:35 - Model Bisnis Media: Ads, Subscription & Programmatic 26:45 - Strategi "Digital First" Kompas TV 29:22 - Mengubah Mindset "Produser" jadi "Content Creator" 36:15 - Citizen Journalism & Fenomena "Wartawan Tuyul" 41:04 - Mobile Journalism: Keliling Dunia Modal iPhone 51:00 - Gen Z di Media: Sprinter vs Marathon Runner 56:30 - Bahaya Medsos & Regulasi untuk Anak 1:08:32 - 3 Skill Wajib Jurnalis (Networking, Curiosity, Endurance) 1:12:06 - Siap Putus Pacar Demi Liputan?

    📌 Mentioned in this Episode: Alexander Wibisono, Jakob Oetama, Rosiana Silalahi, Prita Laura, Frisca Clarissa, Deddy Corbuzier, Timothy Ronald, Joko Widodo, Retno Marsudi. (Brand/Institusi: Kompas TV, Harian Kompas, YouTube, TikTok, Google, Apple/iPhone).

    🏢 Our Agencies: www.whitewood.digital | www.praxis.co.id | www.prajna.co.id | www.explicar.co.id

    🎙️ About Proxemics Podcast: Mercy (@mercytahitoe) & Steph (@stephaniesicilia) ngebahas PR, advertising, media, digital marketing, & audience psychology. Buat lo para praktisi yang pengen ngerti interaksi manusia di balik kesuksesan brand, yuk SUBSCRIBE biar nggak ketinggalan insight terbaru! (Note: Mercy ditemani Guest Host Reza di episode ini)

    #ProxemicsPodcast #KompasTV #Jurnalisme #DigitalTransformation #MediaIndustry #ContentCreator #CitizenJournalism #GenZ

    Proxemics Podcast is produced by White Wood Pod.

    Show More Show Less
    1 hr and 16 mins